Surat Untuk Mama

25 01 2010

Assalamualaikum Mama. . . .


Selamat Ulang Tahun Ma. . .

Mungkin cuma kata maaf yang bisa Lan kasi buat Mama karena sampe saat ini Lan belon bisa ngebahagiain Mama. Lan cuma bisa nyusahin Mama, Lan cuma bisa ngerepotin Mama, Lan belon bisa ngejalanin apa yang Mama mau dari Lan, bahkan Lan suka ngelanggar apa yang Mama bilang..


Mama…

Maafin Lan karena Lan ga dengar Mama untuk ga nyetir mobil waktu Mama ke Penang bawa Papa berobat. Lan sadari kalo Lan salah. Tapi Allah Maha Merencana..dalam kecelakaan yang diberikan untuk Lan, Lan banyak belajar..


Mama..

Tau ga…musibah yang kita hadapin kemaren, Lan belajar banyak dari Mama. Mama begitu kuat menghadapi semuanya sendiri. Bahkan kami anak-anak Mama cuma bisa menatap tanpa banyak melakukan apa-apa..Lan belajar bagaimana kelak seharusnya Lan menjadi istri yang baik untuk suami Lan..Lan mau seperti Mama..Menjadi istri yang selalu setia ama Papa saat Papa susah, selalu mendampingi Papa saat Papa sakit bahkan Mama harus mengorbankan kesehatan Mama agar selalu terlihat kuat dan sehat dihadapan Papa, dan yang terpenting adalah Mama selalu sayang ama kami anak-anak Mama yang selalu nyusahin dan ngerepotin Mama..


Mama…

Maafin Lan karena Lan sering ga sependapat dengan Mama..Mama suka marah kalo Lan bangun telat, Mama suka protes kalo Lan lebih menuntu kebebasan daripada terikat.. Semua itu Lan lakuin bukan berarti Lan ga tau batasan Lan sebagai seorang perempuan. Lan belajar tentang banyak orang, tentang sifat-sifat orang, Lan belajar bagaimana sesungguhnya keadaan diluar sana sehingga Lan harus bisa melindungi diri Lan sendiri disaat mungkin nti Mama ga bisa ngejagain Lan lagi. Dan yang terpenting adalah Lan belajar banyak bagaimana kelak Lan harus menjadi Ibu untuk anak-anak Lan yang tumbuh dalam keadaan berbeda saat Lan dibesarkan.. Lan tau Mama kuatir ama Lan.. Tapi..Mama harus yakin dan percaya ama Lan kalo Lan bisa menjaga diri Lan, Lan juga selalu mengharapkan doa dari Mama..Lan ga mungkin mengecewakan Mama… Karena sekarang cuma Mama yang Lan punya.


Terlalu berat bagi Lan untuk menyeimbangi kebahagiaan yang telah Papa berikan ke Mama.. Terlalu sempurna keindahan itu sehingga tak mampu di ganti..yang mampu Lan kasi hanyalah berusaha menjadi anak yang salehah buat Mama agar bisa menjadi bekal untuk Mama jika kelak Mama dipanggil menghadapNya dan agar doa Lan selalu didengar Allah sebagai angin penyejuk bagi Mama disana kelak..


Mama…lagi-lagi Lan minta maaf karena Lan terus dan terus meminta Mama agar selalu mendoakan Lan…agar Lan kelak menjadi wanita yang sempurna. Mama lah surga Lan..

Lan sayang Mama…





Menanti Sang Revolusioner

10 01 2010

Mujahidku, apa kabar?

Semoga saat ini engkau baik-baik saja

Penatku, penatmu saat ini semoga tetap dijalan-Nya

Semoga mendung ini kau nikmati juga

Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu

Mujahidku…

Aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita

Semoga saat ini Penghulu kita menjagamu,

Melindungimu di jalanan yang terik atau di lautan

yang berdebur…

atau…bahkan dimusim yang berbeda?

Aku tak pernah tahu

Namun, tahukah kau? Aku selalu yakin akan skenario-Nya

Mujahidku…

Semoga saat ini Dia menjaga hatimu, mata, pendengaran,

Jiwamu, semuamu…untukku…!

Pun aku, semoga Dia membantu menjaga kehormatanku,

Jiwaku…jasadku, semuaku…untukmu..!

Karena-Nya semata

Mujahidku…tahukah kau?

Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu

Semoga saat ini engkau masih teguh dijalan yang Ia bentangkan untukmu

Mujahidku…

Saat penat-penat pikir dan jasad begitu menggila

Saat kumparan-kumparan dakwah ini mengajak kita berputar bersamanya…

Sungguh, aku hanya berharap DIA ridha atas apa yang aku dan engkau lakukan (meskipun engkau entah dimana)

Mujahidku, entah kau dimana…

Aku tak hendak melukis jasadmu,

Aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu!

Sebab mujahidku…tahukah kau?

Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar

Sebelum hal-hal fisik merusak semua ketulusanku atas siapapun kau!

Dan aku…ingin menjaganya tetap begitu: SEDERHANA

Ah, Mujahidku…semoga kau lantunkan doa yang sama pada Pemilik kita

Sebab takdirku dan takdirmu ada di genggaman-Nya

Dan kita? Tak pernah tahu

Mujahidku…

Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayu-Nya,

Meyelipkan doa agar aku pantas mendampingimu

Entah…siapa kau, dimana saat ini adamu…namun…ada hormat, ada rindu, kepercayaan, yang memberiku selaksa energi tulus

Mujahidku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku

Mempersiapkannya…menempanya

Agar jika suatu saat DIA berkehendak, dan membuat scenario tentang kita,

Aku telah siap mendampingimu

Dan kita akan tapaki jalan yang kita pilih dan kita cintai

Hingga hanya Allah muara akhir semua cita

Untuk seseorang yang dijanjikan Allah, disaat yang hanya Allah mengetahuinya.





Khusnul Khotimah

4 01 2010

terangkanlah.. terangkanlah..
jiwa yang berkabut langkah penuh dosa
bila masa tlah tiada
kereta kencana datang tiba-tiba

airmata dalam luka tak merubah ceritanya
hanya hening dan berjuta tanya
dalam resah dalam pasrah

terangkanlah.. terangkanlah..
hati yang mengeluh saat hilang arah
detik waktu yang memburu
detik yang tak pernah kembali padaMu

terangilah.. terangilah..
bimbing kami dalam langkah
ampunilah.. maafkanlah..
dosa hidup sebelum di akhir masa

ya Allah biha ya Allah biha
ya Allah bi khusnul khotimah
ya Allah biha ya Allah biha
ya Allah bi khusnul khotimah

sulit mempercayai bahwa orang yang kita sayang telah tiada. Lewat lagu ini Lan menyadari bahwa ketika bayi dilahirkan,disitu juga telah ditetapkan kapan dia harus kembali kepada Sang Maha Pencipta..

Berat melepaskan orang terkasih untuk menghadap-Nya. Butuh kesabaran dan keikhlasan dengan dosis yang tinggi. Walau hati ini sakit,merasa diperlakukan tidak adil,namun air mata yang mengalir tak mengubah keadaannya…

Kapan kita akan menghadap-Nya?? Hanya Allah lah yang tau.Kapan pun itu…yang Lan harapkan hanya lah agar Lan bisa di panggil secara Khusnul Khotimah…








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.