Uncategorized

Thaipusam : Hopes, Believes and Sacrifice

Tuhan…
Aku bukan makhluk sempurna yang mampu menjalankan perintahMu dengan benar
Dalam setiap nafas yang terhembus tersimpan berjuta doa dan harapan
Disetiap kaki melangkah terukir kesalahan dan dosa
Aku makhlukMu yang lemah, ampunkan dosa-dosaku, kabulkan harapanku…

Batu Cave
Batu Cave

Seperti biasa, aku bangun lebih awal dari morning call yang ada di hotel-hotel tempat kami menginap. Sesuai janji, pukul 5am harus sudah berkumpul di lobi Arenaa Star Hotel. Pukul 5.30am bus kami pun bergerak. Aku menyempatkan diri untuk menyambung tidurku yang tertunda. Roti yang dibagikan oleh Miss Lou tidak ku makan, cukup dengan sebotol susu coklat, bahkan di Restoran Al-Bidayah pun aku hanya menyeruput segelas teh hangat dan makan sepotong roti. Masih terlalu pagi untuk sarapan walaupun sebenarnya aku sangat menyadari bahwa hari ini akan terasa sangat lelah dan butuh asupan energi yang cukup. Ya…hari ini adalah hari perayaan Thaipusam, tepatnya ketika bulan purnama di bulan kesepuluh berdasarkan kalender Hindu yang kebetulan jatuh pada tanggal 27 Januari 2013. Thaipusam ini merupakan perayaan keagamaan umat Hindu Tamil untuk menghormati Dewa Murugan. Thaipusam merupakan upacara syukuran dan perayaan kemenangan Dewa Murugan melawan setan kejahatan.

Para Devotees (penganut/pemuja) datang beramai-ramai untuk sebuah upacara sebagai tanda kesetiaan dan terima kasih mereka. Diperayaan ini, para pemuja tidak hanya datang untuk berterima kasih tetapi juga untuk memanjatkan doa dan memohon keberkahan. Para pemuja Dewa Murugan menunjukkan rasa hormat mereka dengan membawa beban fisik yang sangat berat dan dihiasi dengan bulu-bulu yang cantik dan diletakkan dipundak para pemuja yang disebut dengan Kavadi.

Kavadi
Kavadi

Pukul 7.30am kami tiba di Batu Cave, tempat dimana puncak perayaan Thaipusam diselenggarakan. Matahari sudah menebarkan teriknya. Riuh dan hiruk pikuk sudah terasa dari kejauhan. Sudah terlintas dipikiranku disini akan dipenuhi dengan asap. Ingin rasanya menyerah saja. Tapi rasa penasaranku lebih besar dari rasa ingin menyerahku.

Recovered_JPEG Digital Camera_955

Recovered_JPEG Digital Camera_956

keramaian di Batu Cave
keramaian di Batu Cave

Yap…aroma dupa mulai terasa dicampur dengan wewangian bunga-bunga. Semua aroma yang menusuk itu teralihkan ole iring-iringan Kavadi yang lewat dihadapanku. Syukurnya iring-iringan Kavadi dan para pemuja yang akan menaiki 272 anak tangga menuju gua ini sudah ada jalurnya sendiri sehingga tidak terganggu oleh pengunjung yang memadati area Batu Cave ini.

Suara tabuh gendang dipadu gemerincing gelang yang terikat dikaki para pemuja menambah semarak perayaan Thaipusam ini. Sekali-kali terlihat pengunjung mendekati salah satu pemuja yang telah dirasuki oleh roh untuk memohon diberikan keberkatan.

cats

Tersontak aku ketika serombongan pemuja melintas didepanku dengan pipi tertusuk besi kecil yang diujungnya ditancapkan sebuah jeruk nipis dan diujungnya satu lagi berbentuk trisula. Punggung dipenuhi dengan tancapan mata pancing yang digantung dengan buah-buahan segar, namun ada juga yang hanya tertancap tembaga-tembaga yang beratnya melebihi berat buah-buahan itu tadi. Jantung ini semakin berdetak kencang ketika melihat salah satu pemuja yang pipinya ditusuk dengan besi yang biasanya digunakan untuk tulangan tiang pada sebuah bangunan, kurang lebih berdiameter 8mm. Aku benar-benar ingin menangis saat itu. Cuaca yang semakin terik, pemandangan yang ekstrim membuat langkahku goyah untuk menapaki 272 anak tangga dan menyaksikan Kavadi-kavadi itu dilepaskan dan diletakkan dikuil didekat kaki patung Dewa Murugan, juga menyaksikan pemuja-pemuja yang telah dirasuki oleh roh itu kembali. Ditambah lagi dengan perut yang semakin lapar. Kenapa tadi hanya sarapan dengan sepotong roti??

nu cats2

Sudahlah….akirnya aku memutuskan untuk kembali. Sepanjang jalan aku melihat banyak orang-orang yang berkepala botak baik itu laki-laki, perempuan, orang dewasa maupun anak-anak. Ternyata rambut mereka baru saja dicukur. Ini merupakan salah satu prosesi upacara ini.

Recovered_JPEG Digital Camera_944

Bagi pembawa Kavadi, persiapan sudah dimulai seminggu sebelum upacara dilaksanakan. Menjalani diet ketat sebagai vegetarian dan mematuhi semua pantangan. Ini semua dilakukan untuk membersihkan tubuh dan pikiran pembawa Kavadi dan nantinya akan memberi kekuatan untuk membawa Kavadi tanpa rasa sakit. Keluarga dan teman ikut mendampingi sambil berteriak “Vel! Vel! Vel!” sepanjang perjalanan mereka sebagai dukungan dan penyemangat.

Recovered_JPEG Digital Camera_931 Recovered_JPEG Digital Camera_932 hy

Ini semua mereka lakukan sebagai bentuk permohonan dan rasa syukur, juga sebagai bentuk penyucian diri agar kedepannya menjadi lebih baik dan tentunya agar permohonan mereka terkabulkan..

Setiap orang punya permohonan dan setiap orang punya caranya sendiri untuk memohon agar permohonannya dikabulkan. Walau terasa berbeda, tapi aku senang bisa menghadiri dan melihat suatu upacara dan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu ini.

Perbedaan itu tidak perlu disamakan, toleransi dan rasa saling menghormati satu sama lain lebih diutamakan.

OK... This is my  "lose focus" photo :p
OK… This is my “lose focus” photo :p
Advertisements

6 thoughts on “Thaipusam : Hopes, Believes and Sacrifice

    1. It came out from my pocket camera…Photoshop make it look good…as u know.. I don’t have DSLR camera.. (⌣̩_⌣)

      Yes!!! Lose!! #SelfToyor
      Hahahaa… Maybe he wait for me to come over him… :p

  1. Setiap orang punya permohonan dan setiap orang punya caranya sendiri untuk memohon agar permohonannya dikabulkan. Walau terasa berbeda, tapi aku senang bisa menghadiri dan melihat suatu upacara dan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s