Uncategorized

Phuket Punya Cerita

Perjalanan ini sebenarnya uda beberapa bulan yang lalu. Bahkan sebelum perjalanan bersama MSS, selain karena tuntutan tulisan yang harus segera dipublish dari MSS, malas dan buntu, juga kesibukan kerjaan yang nuntut RAB harus segera selesai yang sangat menyita waktu (yang penting ada alasan).

Ceritanya berawal dari kegalauan saya dibulan September 2011 akibat pemindahan tugas ke lokasi yang belum saya ketahui keadaan sosialnya gimana. Suasana hati saat itu sedang suntuk tingkat intersnesyenel ditambah cuaca yang sendu sedan dan hujan sederas-derasnya. Gini nih yang namanya hidup pas-pasan, pas lagi emosi dijiwa pas ada promo free seat dari air asia. Langsung deh tebar-tebar pesona di twitter dengan tujuan nyari pasukan buat traveling. Target pertama saya sebenarnya Hongkong, setelah promosi sana-sini akhirnya diambil keputusan destinasi traveling 2012 jatuh kepada PHUKET dan BANGKOK. Ya..ya..ya.. emang jauh dari tujuan saya yang pertama. Tapi ga apa…yang penting ada tujuan. 😀

Waktu berlalu tanpa terasa hari yang ditunggu pun tiba, 5 September 2012.  Dari hasil tebar-tebar pesona, terkumpullah rombongan berjumlah 7 orang yaitu Riyan, Riki, Opink, Nanang, Vina, Raisa dan saya sendiri. Tanggal 4 September siang adalah jadwal pemberangkatan kloter pertama ke Banda Aceh yang penumpangnya Riyan, Riki, Vina, saya dan Uya selaku teman yang berbaik hati mau ngantarin. Sementara Opink dan Nanang selaku pegawai BUMN yang taat memutuskan berangkat pada malam hari sepulang kerja. Raisa selaku warga Jekardah memutuskan untuk ketemu di Banda Aceh aja. Kami semua ngumpul dan nginap dirumah Nyonya Vina Ubit.

Jam 08.00 kami uda take off dari rumah dengan tujuan Nasi Gurih Pak Rasyid disamping polantas Banda Aceh, didepan Mesjid Raya Baiturrahman. Jam 09.00 lanjut ke Bandara Sultan Iskandar Muda padahal flight ke Kuala Lumpur nya masi ada sekitar 2 jam 45 menit lagi. Sebelum masuk ke waiting room, sebagian ada yang nukar uang Baht, sebagian lagi ada yang uda duluan nukar di money changer pas mau ke Bandara. Ada perbedaan kurs Baht antara money changer di Bandara dan di kota tapi ga jauh beda, Rp 330 di money changer kota dan Rp 325 di money changer bandara. Berhubung di KL cuma transit aja, saya ga nukar uang ke RM karena ada stock dari trip-trip sebelumnya (biasssaaa…sering kunjungan bilateral ke Negri Jiran gitu) #Sombhooonngg

sarapan sebelum berangkat
sarapan sebelum berangkat

Kami tiba di KL sekitar pukul 14.00 gitu. Sambil nunggu-nunggu flight selanjutnya, kami memutuskan untuk ishoma (istirahat,sholat dan makan) diseputaran Bandara LCCT Kuala Lumpur. Berhubung stock batre dialat komunikasi masing-masing peserta tour uda menipis, akirnya kami check in lagi dan masuk keruang tunggu. Diruang tunggu ini kami semua mendadak menjelma menjadi manusia colokan. Dengan modal sebiji wayer yang terhubung ke sumber listrik, muncul lah colokan paralel lain yang mengundang tatapan sinis dari penumpang-penumpang pesawat lainnya. Karena merasa ga enak, terpaksa deh ditutup pake jaket 😀 #shy

Walaupun sempat delay sekitar 30 menit, akirnya pesawat kami terbang juga menuju Phuket. Nyampe sekitar pukul 11.30 waktu Phuket yang uda ditunggu ama bus jemputan kami yang uda duluan dipesen dan langsung diantar sampe kehotel tempat kami nginap. Kami nginap di Cello Hotel di kawasan Pathong.

Keesokan harinya tepat pukul 08.00 kami uda dijemput lagi untuk ngelanjutin tour ke James Bond Island. Awalnya saya sempat ga pengen ikut tour ini, etapi..sukur deh saya berubah pikiran, kalo ga, ya merasa rugi banget. Kami dapat 1000 Baht perorang untuk tour ini dengan pemesanan secara online. Tapi dengar-dengar dari yang uda pernah kesana terlebih dahulu, lebih murah mesan langsung ditempat daripada pesan online. Kalau pesan langsung disana harganya sekitaran 800 Baht/orang. Lumayanlah ngirit 200 Baht, buat bayar striptis di Bangla Road aja Cuma 150 Baht #eh #salahfokus 😀

petunjuk serta pengarahan dari awak kapal
petunjuk serta pengarahan dari awak kapal

Tour ke James Bond Island ini seru. Kita bisa ketemu dengan berbagai macam orang yang berbeda negara, suku, ras dan agama. Fasilitas yang diberikan pun sangat pantas dengan harga yang kita bayar atau bahkan mungkin terhitung murah. Makan siang yang porsinya tidak dibatasi, bermain kano, berenang dan mengunjungi pulau-pulau indah sepanjang perjalanan laut ke James Bond Island. Yang keingat sampe sekarang itu adalah ketemu ama kakak beradik yang entah dari negara mana yang kecakepannya itu bikin hati saya dan Vina jedag jedug ga jelas. udah duduk sebelah-sebelahan juga tapi tetep aja ga berani nyapa ato cuma sekedar kesenggol doank. Mereka punya adik kecil yang masih balita yang cakepnya juga ga kalah ama abangnya. Apa salahnya yah dok ngedekatin adiknya biar bisa kenalan ama abangnya… mwahahahaaa….nyesal buuukk…nyesaaaallllll….

Recovered_JPEG Digital Camera_177

It’s kano time!!! Riyan adalah pasangan kano saya. Berhubung kami sama-sama parno untuk mengayuh kano ini sendiri, jadi kami memakai tenaga tambahan dari tour yang kami pilih. Riki sudah pasti bersama Raisa, Vina bersama Nanang dan Opink bersama pasangannya yang ketemu dikapal yang sama.

Bermain kano ini tidah hanya disatu titik saja. Selesai disatu tempat, kami dibawa ketempat yang lain. Dikesempatan kedua ini kami mencoba mengayuh kano sendiri. Kali ini kami memakai tenaga Nanang (yaahh…gantian gitu deh ceritanya).

Sedang menikmati bermain kano menuju Monkey Beach tiba-tiba aja badai dating. Memang sih dipertengahan perjalanan kami langit mulai terlihat muram alias mendung. Suara sirine dari kapal yang kami tumpangi dibunyikan begitu juga dengan kapal-kapal yang lain dengan tujuan yang sama. Kepanikan semakin bertambah ketika awak kapalnya berteriak: “hurry…hurry… tsunami..tsunami”. Langsung saya teringat bahwa Phuket ini salah satu daerah yang terkena Tsunami pada tahun 2004 lalu yang juga menimpa Aceh. Panik dong pastinya. Eh, gak ding..tetap aja pake adegan lucu-lucuan. 😀 Hujan semakin deras dan angin semakin kencang. Didalam kepanikan kami, sempat-sempatnya Nanang mengerjai Riyan sampai gondok. Berhubung saya yang berada pada seat tengah Cuma bisa ketawa-ketawa aja ngeliatin Riyan yang marah-marah kepanikan. Belum lagi Riki yang panik karena Raisa sang pujaan hati memilih lompat dari kano bersama Vina dan berenang menuju kapal. Bukan karena panik, tapi karena pengen berenang aja.

Riyan mulai panik :D
Riyan mulai panik 😀

Akirnya semua rombongan tour kembali berkumpul. Sepanjang perjalanan kembali, para kru kapal menyajikan pertunjukan yang sangat menghibur. Yang membuat saya salut adalah masing-masing kru memiliki keahliannya tersendiri. Benar-benar memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

Perjalanan hari ini selesai dan kami pun kembali ke penginapan. Pada malam harinya kami berjalan-jalan diseputaran penginapan sambil mencari makan malam. Setelah selesai mutar-mutar, kami kembali kepenginapan untuk istirahat. Pukul 11.30 Riyan mengajak saya untuk melihat dunia malam di Phuket ini. Kami berjalan menuju Bangla Road, tempat dimana kebebasan terpancar jelas. Semua nigh club terbuka disepanjang Bangla Road ini. Semua pengunjungpun bisa menikmati suguhan vulgar yang ada secara bebas. “Rusian girl…Rusian girl…” terdengar suara-suara yang menawarkan atraksi tari telanjang disepanjang tempat hiburan ini. Sebagian besar yang dijajakan adalah para wanita-wanita Rusia. Ada juga beberapa dari negara lain, tinggal pilih aja. Suara-suara itu tidak hanya sekedar berteriak tetapi juga memegang daftar menu untuk atraksi ini. Tinggal pilih ajaaahh… Terlihat keluarga-keluarga dari negara lain yang membawa anak-anaknya yang masih dibawah umur bahkan ada yang masih balita #KemudianPingsan. Tapi kalau mau menikmati sajian penari erotis ini, harus masuk lebih dalam dan ada bayaran ekstra. Hmmmm….. wanna try???

Recovered_JPEG Digital Camera_365

Malam semakin larut dan saatnya beristirahat. Hari kedua di Phuket ini kami memilih city tour dari travel agent yang menjemput kami dibandara. Dari 7 orang hanya 6 yang mengikuti city tour. Riyan lebih memilih menikmati Phuket dengan caranya sendiri.

Kami dibawa berkeliling kota Phuket untuk melihat-lihat beberapa tempat wisata yang ada disini. Selain itu kami juga dibawa ketempat penjualan souvenir-souvenir lucu dan ketempat jajanan khas Phuket. Disini banyak sekali dijual berbagai makanan olahan dan tersedia juga dengan testernya. Saking rakusnya, semua makanan dicobain sampai ke satu penganan yang mirip dengan abon. Nanang dengan lahapnya mencoba dan menawarkan ke saya dan saya coba sambil bilang “enak nih Lan…rasanya kayak abon. Bisa dimakan pake nasi”. Lalu dengan santai menempatkan kembali ke rak dimana makanan itu diambil. Dengan seketika mata saya melotot melihat tester itu berada di tempat makanan yang terbuat dari Pork alias babi #KemudianPingsan #Lagi.

Yaaahh..kalo ga sengaja gak papa kan yah… 😀

Selesai berbelanja, kami semua bergegas menuju bandara untuk melanjutkan penerbangan ke tujuan berikutnya. Disini juga kami bertujuh berkumpul kembali.

Pengalaman pertama yang sangat berkesan di Phuket. Andai bisa kembali lagi kesini, saya ingin mencoba menyewa sepeda motor dan berjalan-jalan dengan mengandalkan peta saja. Adventurenya pasti lebih dapat

Sekian….

Wassalam…

Advertisements

8 thoughts on “Phuket Punya Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s